Yahudi Menggenggam Dunia (31)

Oleh : William G. Carr
Penterjemah : Musthalah Maufur MA

Stalin dan Yahudi
Stalin dilahirkan di desa Gory, wilayah Georgia Rusia. Ibunya seorang pemeluk agama Kristen Ortodoks bernama E. Catherina Gelades, dan kakeknya seorang petani kecil. Ayahnya mula-mula bekerja di ladang, dan kemudian berpindah profesi sebagai tukang sepatu di kota kecil Adilchanov. Meskipun ibunya pemeluk agama yang taat, tapi ayahnya peminum minuman keras. Ibunya terpaksa bekerja keras sebagai pencuci pakaian, agar ia bisa membiayai
anaknya mengenyam pendidikan dan menjadi pendeta. Stalin sendiri adalah anak yang cerdas di kelas, dan akhirnya ia mendapat bea siswa dari sebuah seminary di kota Tiflis. Namun Stalin terpaksa tidak bisa meneruskan studinya karena sering terjadi perdebatan sengit dengan guru-gurunya. Akhirnya ia diusir dari sekolahnya, setelah 4 tahun belajar di sana. Kemudian ia bergabung dengan sebuah kelompok yang kala itu telah tersebar luas di seluruh Rusia.
Stalin menikah dengan Catherine Shnaindes dan mendapat seorang putra yang diberi nama Yasha. Kelak Yasha hidup sebagai seorang mekanik listrik sampai masa kejayaan ayahnya berakhir. Selain itu, Stalin juga punya seorang istri lain bernama Nadia Baliova, dikaruniai seorang putra bernama Fasili dan seorang putri lagi bernama Sevitlana. Fasili kelak menjadi marsekal udara dalam jajaran angkatan bersenjata Rusia pada masa kejayaan Stalin. Namun sepeninggal Stalin, Fasili termasuk orang yang disingkirkan dari arena politik oleh Nikiti
Khrouchtchev. Kemudian Fasili menghilang tanpa jejak.



Perkawinan Stalin dengan istri keduanya tidak berumur lama. Sebab, Stalin jatuh cinta kepada seorang wanita Yahudi jelita bernama Roza Kaganovich, yang kemudian hidup bersama tanpa ada ikatan perkawinan. Nasib Nadia (istri pertama) berakhir dengan bunuh diri. Tindakannya yang nekad ini bukan karena skandal asmara suaminya dengan wanita Yahudi itu, melakukan ia
menderita karena melihat suaminya melakukan kekejaman terhadap musuh politiknya, yang sebagian besar merupakan saudara seagama Nadia, yaitu Kristen Ortodoks, yang berbeda dari agama yang dianut oleh wanita Yahudi, pacar gelap Stalin itu. Adapun Roza Kaganovich tidak lain adalah saudara kandung Lazar Kaganovich, seorang tokoh Komunis terkemuka pada masa
pemerintahan Stalin, yang menjadi anggota politbiro partai Komunis Rusia, di samping menjadi kepala pengawas industri berat. Lazer adalah orang yang paling dekat dengan Stalin, sampai Stalin mati. Setelah Stalin mati, pemerintahan Khrouchtchev mengadakan pembersihan besar-besaran untuk mencampakkan sisa-sisa popularitas Stalin dan para pendukungnya dari arena
politik Rusia dengan cara kejam, seperti pernah dilakukan oleh pendahulunya, Stalin terhadap lawan politiknya. Lazer Kaganovich juga berhasil mengawinkan putranya Mikhail dengan putri Stalin Sevitlana pada tanggal 15 Juli 1951. Padahal, Sevitlana ketika itu masih berstatus istri dari salah seorang yang konon telah menghilang beberapa hari berselang, tanpa diketahui ke
mana ia pergi. Sedang Stalin sendiri kemudian mengawini Roza, setelah istrinya mati bunuh diri. Dengan demikian, Stalin telah hidup dalam lingkungan keluarga Yahudi. Sebab, istrinya adalah Yahudi, menantu lakilakinya adalah Yahudi, dan saudara kandung istrinya yang sekaligus sahabat karib Stalin adalah juga Yahudi. Bukan hanya sampai di sini. Wakil perdana menteri dalam pemerintahan Stalin yang merangkap menteri luar negeri, yaitu Molotov juga beristrikan wanita Yahudi. Istri Molotov ini adalah adik kandung pemilik modal Yahudi internasional di Amerika Sam Carb, yang mewakili perusahaan impor-ekspor, berpusat di negara bagian Connecticut. Sedang putri Molotov adalah tunangan putra Stalin sendiri, Fasili.

Demikianlah yang kita lihat. Politbiro akhirnya dipegang oleh tangan-tangan satu keluarga. Ini merupakan akibat wajar dari filsafat atheisme dalam bentuk komunisme, yang pada dasarnya merupakan anak yang lahir dari kandungan kehidupan lingkungan ghetto Yahudi di Eropa Timur. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan kalau kenyataan ini merupakan sisi gelap dari perkembangan mendasar yang terjadi di Rusia, dan dunia komunisme umumnya, sampai
Stalin meninggal dunia. Perkembangan ini ditandai dengan publikasi tentang kejahatan Stalin, dan pembantaian kaum tani yang dilakukannya. Mesin propaganda Komunis sebelumnya telah berusaha menggambarkan, bahwa kaum tani adalah pendukung terkuat sistem Komunisme. Dan faham Komunisme masih akan terus berubah dan berkembang di seluruh dunia.

Pada mulanya Stalin adalah sosok yang dilahirkan oleh situasi. la muncul menjelang pecah revolusi Oktober 1917, pada saat tokoh-tokoh senior masih terkungkung dalam sel-sel penjara Czar. Pada masa pemerintahan Lenin, Stalin belum memainkan peran berarti dalam partai Komunis Rusia, kecuali hanya beberapa saat ketika Lenin dalam keadaan sakit. Stalin maju ke barisan terdepan setelah terjadi perselisihan tajam antara dia dan Trotsky. Maka sejak
Trotsky bisa disingkirkan, Stalin terus berkuasa sebagai diktator Rusia tanpa tertandingi sampai matinya. Tahap kenaikan bintang Stalin dalam kepemimpinan Komunis Rusia dimulai ketika Lenin jatuh sakit bulan Mei 1922, yaitu ketika sebuah dewan yang terdiri dari Stalin, Zenoviev, Kaminiev, Trotsky dan Bochorin meneruskan kepemimpinan Komunis Rusia. Kemudian
penyakit Lenin tidak bisa disembuhkan, yang akhirnya menyebabkan kematiannya. Zenoviev dan Kaminiev merupakan tangan kanan Lenin sejak awal kekuasaan Lenin, sehingga mereka berdua memandang dirinya sebagai pewaris yang paling layak untuk meneruskan kepemimpinan Lenin. Trotsky dalam bukunya yang berjudul Lenin pada halaman 37 dan 48 menyebutkan, bahwa Zenoviev diperlakukan oleh Stalin seperti budak, sedang Kaminiev
sering dihina. Trotsky memandang Zenoviev dan Kaminiev sebagai saingan yang mengancam kedudukannya, setelah Lenin meninggal dunia. Sementara itu, Stalin memandang Trotsky dengan pandangan curiga, karena sikapnya yang meragukan terhadap Stalin.

Zenoviev bagi kalangan atas partai Komunis Rusia dipandang sebagai calon kuat untuk menggantikan Lenin. Pada kongres partai Komunis ke 12 ia diminta menyampaikan pidato pembukaan menggantikan Lenin yang sedang sakit. Lenin sendiri sudah menyatakan tidak mampu menyampaikan pidato sambutan seperti biasanya. Kesempatan emas ini dimanfaatkan oleh Stalin dan bukan Zenoviev yang menggantikan Lenin. Setelah sidang ditutup, Stalin
meraih kekuasaan dan kedudukan tinggi atas partai Komunis bersama kawankawannya,
hingga pada saat Lenin meninggal dunia tahun 1924. Pada bulan April 1925 Stalin berhasil menyingkirkan Trotsky dari jabatannya sebagai komisioner rakyat dalam urusan penahanan atau kementerian penahanan.

Setelah itu, Zenoviev disingkirkan pula dan digantikan oleh Bovadin, Rikov dan Tomsky. Sedang Zenoviev dan Kaminiev ketika itu bergabung dengan Trotsky untuk membentuk gerakan oposisi menentang Stalin. Akan tetapi, langkah ini datangnya terlambat, sehingga mereka mendapat pukulan balik dari Stalin. Pada bulan Februari 1926 Stalin berhasil menyingkirkan Zenoviev dari politbiro, kemudian dari kepemimpinan Rusia di Leningrad, dan terakhir
dari kepemimpinan rakyat. Lalu datanglah giliran bagi Kaminiev dan Trotsky pada bulan Oktober 1926. Mereka berdua disingkirkan dari politbiro oleh Stalin. Pada tahun berikutnya Stalin benar-benar telah menyingkirkan lawanlawan politiknya dari komite sentral partai Komunis Rusia. Tahun 1927 Trotsky berusaha mengadakan pembangkangan yang terakhir kalinya dengan melemparkan tuduhan, bahwa Stalin telah menyalahi garis ideologi Marxisme
yang benar, dan menciptakan diktatorisme keluarga di Rusia. Stalin membalas tuduhan itu dengan tindakan sangat kejam, dengan mengadakan pembersihan besar-besaran yang menumbalkan ratusan ribu orang mati, dan ribuan lainnya dibuang ke Siberia. Ini diungkapkan oleh Khrouchtchev di kemudian hari. Stalin telah melakukan pembersihan terhadap para tokoh Komunis senior Yahudi dan para tokoh proletar generasi pertama yang mencetuskan revolusi
Komunis. Di antara mereka yang terkenal tindakan Stalin itu yang berupa penahanan, pembuangan dan hukuman mati adalah Trotsky, Zenoviev, Kaminiev, Martinov, Zalolich, Martov dan lain-lain. Dengan demikian, secara langsung Stalin telah bebas dari lingkungan orang-orang Yahudi senior pada akhir hayatnya, kecuali istrinya Roza Kaganovich dan kakak iparnya Lazar Kaganovich. Hasil studi analitis menunjukkan, bahwa dalam pembersihan
yang dilakukan Stalin pada akhir masa hidupnya terdapat adanya hubungan rahasia dengan kekuatan terselubung, yang di dalamnya terdapat para tokoh senior Yahudi Komunis Rusia. Ini menunjukkan, bahwa kekuatan terselubung itu tidak mempertimbangkan adanya tumbal orang Yahudi atau bukan, selama semua itu akan mendatangkan keuntungan materi bagi mereka. Peristiwa demi peristiwa itu sebenarnya merupakan rancangan untuk membuka jalan
timbulnya perang ekonomi global, dengan menjadikan dunia sebagai arena pertarungan pada masa sebelum Perang Dunia II. Perang ekonomi itu memberikan bukti nyata, yang menunjukkan adanya hubungan konspirasi antara Stalin dengan kekuatan terselubung. Tujuan yang hendak dicapai oleh kekuatan terselubung sejak Perang Dunia I usai adalah :
1) Mempersiapkan pecahnya Perang Dunia II, seperti telah kita bahas.
2) Menguasai sumber kekayaan bangsa-bangsa gentiles, yang merupakan tujuan mereka sejak dulu.

Jelaslah kiranya, bahwa untuk menopang tujuan pertama, Konspirasi dituntut untuk mencapai dua faktor utama. Pertama adalah faktor psikologis dengan membawa dunia dan Eropa kepada perang, dan meniupkan rasa permusuhan dan kebencian antar-bangsa, seperti telah kita bicarakan terdahulu. Faktor kedua adalah menciptakan perimbangan antara blok militer yang saling berhadapan dalam perang. Ini merupakan jalan pokok menuju pecahnya perang, karena negara sekutu yang keluar sebagai pemenang dalam Perang Dunia I, yaitu Amerika, Perancis dan Inggris jauh lebih kuat dibanding dengan Jerman yang kalah perang, dan menderita luka parah luar-dalam. Maka sebagai pijakan logis untuk mewujudkan perimbangan kekuatan yang ada, lebih dulu harus mempersenjatai dan membangun Jerman kembali beserta negara yang
akan dijadikan sekutu oleh para pemilik modal Yahudi internasional. Pada saat yang sama, negara sekutu yang lebih kuat lebih dulu harus dilemahkan pada tingkat yang diperlukan. Di samping itu, para pemilik modal Yahudi internasional mencurahkan dananya dalam bidang industri persenjataan, agar bisa mengalihkan potensi ekonomi negara yang bersangkutan kepada produksi senjata, sampai pada masa yang diperlukan. Tidak mengherankan kalau setelah Perang Dunia I, negara Barat yang tergabung dalam sekutu bersama Stalin menutup mulut atas kebangkitan militer Jerman dan pembangunan kembali negara itu, sehingga melahirkan Hitler dan Nazismenya. Sebagai kekuatan besar dan makin kuat, Jerman mampu menaklukkan dan menduduki Swedia dan Austria, serta beberapa negara Eropa lainnya. Sementara itu, Konspirasi terus mencurahkan perhatiannya untuk mengeruk keuntungan dari bangsabangsa yang bertikai, sebagai pelaksana dari perang ekonomi global yang dirancang oleh Konspirasi.

Perang ekonomi global ini dimulai dari tahap percobaan antara tahun 1922 sampai 1925 dengan taktik tradisional. Para pemilik modal Yahudi internasional membanjiri pasar modal negara-negara yang menang perang dan negara-negara netral dengan saham, kredit dan investasi secara besar-besaran, sehingga menimbulkan kenaikan harga barang dan meningkatkan produksi serta kegiatan bisnis. Setelah itu, dana, saham dan investasi yang ada dalam bursa internasional tiba-tiba ditarik kembali, sehingga menimbulkan krisis ekonomi drastis dan dahsyat pada tahun 1925. Nilai mata uang merosot seketika, Selanjutnya saham yang telah ditarik itu dilempar kembali ke pasar modal dalam bentuk pinjaman dan transaksi, dan nilai mata uang kembali normal. Dan para pemilik modal Yahudi internasional meraih keuntungan
besar. Para pemilik modal Yahudi Internasional merasa yakin akan keberhasilan percobaan perang ekonomi tersebut di atas. Dengan berpijak pada percobaan itu, mereka mengambil langkah penting dalam perang ekonomi besar tahun 1930, yang mengakibatkan krisis ekonomi yang melanda hampir seluruh dunia, yang dikenal dalam sejarah dengan sebutan Krisis Ekonomi
Dunia. Perang ekonomi ini bisa terlaksana berkat bantuan Stalin, sesuai dengan kesepakatan rahasia. Maka jelaslah bukti yang menunjukkan adanya persekongkolan antara Stalin dengan para pemilik modal Yahudi internasional. Operasi perang ekonomi ini dimulai dengan penolakan para pemilik modal memberikan dana kepada perusahaan perkapalan dan pelayaran Amerika dan Eropa Barat pada umumnya. Sedang perusahaan perkapalan dan pelayaran Jerman, Jepang dan Italia mendapat dana besar-besaran dan fasilitas dari mereka. Di tiga negara itu tumbuh industri perkapalan, dan banyak orang memonopoli dan merajai pelayaran Taut di seluruh dunia. Dan yang menjadi perhatian khusus bagi para pemilik modal Yahudi internasional adalah kapalkapal barang pengangkut peti daging yang dieskan, dan biji-bijian Amerika dan Eropa Barat menjadi terbengkalai tanpa bisa dioperasikan. Sementara itu, kapal Jepang, Jerman dan Italia berlayar dengan leluasa mengangkat berbagai jenis muatan.

Operasi berikutnya adalah lembaga keuangan dan bank-bank besar beserta cabang-cabangnya menolak untuk memberikan kredit dan pinjaman bagi pemasaran biji-bijian dan daging yang telah dieskan atau kalengan dan asuransi produksinya di Amerika dan Eropa pada umumnya. Barang-barang tersebut menumpuk dalam gudang tanpa bisa dipasarkan. Pada saat yang
sama, di negara yang dibanjiri barang-barang itu oleh para pemilik modal internasional, harga barang turun drastis. Daging-daging itu berasal dari Australia dan Argentina, sedang biji-bijian Rusia dijual kepada para pemilik modal internasional dengan harga sangat murah, sehingga para petani Rusia dengan sistem kolektif mengalami beban berat, khususnya para petani Republik Ukraina di Uni Sovyet. Hal inilah yang menimbulkan kerusuhan berdarah dan bahaya kelaparan yang melanda seluruh wilayah Republik Ukraina.

Kenyataan di atas merupakan bukti yang kelak secara terbuka diakui sendiri oleh Nikita Khrouchtchev dalam konferensi umum partai Komunis Rusia, dimana Nikita dengan sengit menyerang politik Stalin, dan membeberkan kebijakannya atas penjualan hasil biji-bijian Rusia kepada lembaga keuangan internasional dengan harga sangat rendah, sehingga para petani Rusia mengalami kerugian besar dan dilanda kelaparan. Kecuali itu, Nikita juga berbicara tentang pembantaian yang dilakukan oleh Stalin pada masa pemerintahannya. Akibatnya, perekonomian Amerika dan Eropa ambruk, khususnya dibidang produksi pertanian dan peternakan. Barangkali Stalin mengharapkan pecahnya revolusi Komunis di Eropa Barat yang ditimbulkan oleh krisis ekonomi perubahan sosial dan gejolak politik. Namun peristiwa
berikutnya menunjukkan kesalahan dan keluguan perhitungan Stalin, sebagaimana dilukiskan oleh Nikita. Sedang para pemilik modal internasional adalah pihak yang berhasil mencapai tujuannya, yaitu menciptakan krisis ekonomi global di Amerika, Eropa dan dunia penghasil biji-bijian dan daging. Dengan demikian, krisis ekonomi, sosial dan politik berkembang mewarnai
kehidupan dunia secara umum. Kredit bank, sertifikat tanah, nota bank dan lain-lain yang dijadikan jaminan pada lembaga keuangan segera berpindah tangan kepada para pemilik modal internasional. Semua itu berkat kebijakan yang ditempuh Stalin dalam konspirasinya bersama mereka.

Selanjutnya kondisi mencekam seperti itu menyebabkan lembaga keuangan kecil terpaksa gulung tikar, di samping mengakibatkan timbulnya kerusuhan dan dekadensi moral di mana-mana. Masalah ini tidak menjadi pertimbangan bagi para pemilik modal selama mereka mendapat keuntungan besar. Stalin telah berspekulasi dengan permainan berbahaya, dan menghancurkan nilainilai manusiawi di kalangan rakyatnya sendiri.

Untuk mengetahui lebih jelas lagi tentang langkah-langkah setan yang merancang krisis ekonomi dunia, kita perlu menengok kembali peristiwa menjelang meledaknya krisis besar ini pada tahun 1929 sampai 1930. Amerika, Eropa dan negara lain penghasil biji-bijian dan ternak mengalami kelesuan ekonomi yang sangat parah. Barang hasil produksinya terpaksa tertimbun
dalam gudang, atau terbengkalai dalam kapal, tanpa bisa dikirim ke luar negeri untuk dipasarkan. Pada saat yang sama bahaya kelaparan melanda berbagai negara, termasuk negara penghasil biji-bijian dan daging itu sendiri. Sedangkan Jerman, Jepang dan Italia telah mendapat kesempatan emas untuk mengeruk keuntungan besar dari krisis ekonomi itu. Kapal mereka bisa leluasa mengangkut ke pasaran bebas. Orang bisa bebas membeli dan menjual barangbarang
Jepang dengan harga yang bersaing. Dalam waktu relatif singkat ketiga negara tersebut telah kembali berotot dan bisa membusungkan dadanya di hadapan bangsa lain di dunia.

Akibat dari krisis besar dunia ini macam-macam. Franklin Roosevelt di Amerika muncul dengan politiknya yang terkenal itu, yaitu beranjak dari pengalihan investasi modal nasional Amerika ke dalam bidang industri, dan membiarkan sebagian tanah pertanian tidak digarap dengan imbalan ganti rugi yang diberikan kepada para pemiliknya. Roosevelt berhasil dengan rencana
politiknya itu, sehingga ia memenangkan pemilihan umum di Amerika. Krisis ekonomi yang melanda Amerika bisa diakhiri dari satu sisi. Dari sisi lain, investasi modal nasional Amerika bisa dialihkan ke dalam industri yang segera berubah lagi menjadi industri persenjataan perang sejak meletusnya Perang Dunia II.

Sebagaimana kita lihat, tujuan pokok para pemilik modal internasional adalah, pertama mewujudkan perimbangan ekonomi antara Eropa dan Amerika di satu pihak, dan Jerman, Italia dan Jepang di pihak lain. Masing-masing pihak dipacu untuk mengalihkan industrinya ke bidang produksi persenjataan, untuk mempersiapkan perang yang benar-benar akan menjadi kenyataan. Sedang tujuan kedua adalah untuk sedapat mungkin menguasai kekayaan lain bangsa. H al ini sudah mereka capai.

Krisis besar ini tampak mereda antara tahun 1931-1932, dan muncul lagi tahun 1933. Hal ini terjadi, karena para pemilik modal internasional melemparkan modalnya secara besar-besaran ke pasaran internasional yang memungkinkan lahirnya transaksi baru. Pemasaran dan barter barang diborong oleh para pemilik modal itu dengan harga sangat rendah. Adapun Stalin, ia telah gagal menyalakan api revolusi Komunis di Eropa Barat. Stalin sendiri akhirnya mengakui, bahwa ia adalah pihak yang dirugikan dalam persekutuan rahasianya dengan para pemilik modal internasional. Mungkin inilah yang menyebabkan timbulnya perselisihan terselubung antara keduanya, yang tanda-tandanya tampak jelas pada tahun 1936. Dunia saat itu belum menyadari, bahwa krisis ekonomi besar itu pada hakikatnya adalah awal dari rancangan menuju Perang Dunia II. Juga tidak banyak orang menyadari, bahwa semua itu
terjadi karena ulah Konspirasi Internasional dengan jerat-jerat perangkap yang
sengaja dipasang.

0 komentar: