Oleh : Muhammad Husain Haekal
Diluar itu, untuk mencapai tingkat pengertian yang lebihtinggi, orang sudah dibutakan oleh harta benda duniawi, olehkenikmatan hidup sejenak yang dirasakannya. Untuk kepentinganduniawi itu, untuk memburu saat sejenak itu, mereka berperangdan bertempur. Tak ada sesuatu yang akan dapat menghambatmereka menancapkan kuku dan gigi mereka ke batang leherkebenaran, kebaikan dan pengertian moral yang tinggi itu.Lalu, kesempurnaan yang paling suci artinya itu oleh merekaakan diinjak-injak di bawah telapak kaki yang sudah kotor.
Bagaimana pendapat kita tentang orang-orang Arab Quraisy ituyang melihat Muhammad makin sehari makin banyak pengikutnya?Mereka kuatir, kebenaran yang sudah diproklamirkan itu suatuketika akan menguasai mereka, akan menguasai orang-orang yangsudah setia kepada mereka, yang lalu akan menjalar sampaikepada orang-orang Arab di seluruh jazirah. Sebelum melakukanitu mereka harus memotong leher orang itu dulu jika dapatmereka lakukan. Lebih dulu mereka harus melakukan propaganda,pemboikotan, blokade, penyiksaan dan kekerasan terhadapmusuh-musuh besar mereka itu.
Sebab ketiga keberatan mereka menjadi pengikut Muhammad ialahmereka takut sekali pada hari kebangkitan serta siksa nerakapada Hari Perhitungan kelak. Kita sudah melihat masyarakatyang begitu hanyut dalam hidup bersenang-senang dengan carayang berlebih-lebihan. Mereka menganggap perdagangan dan ribaitu wajar. Bagi orang kaya di kalangan mereka itu tak adasesuatu yang dipandang hina, yang harus dijauhi. Disampingitu, dengan membawakan sesajen segala kejahatan dan dosamereka itu sudah dapat ditebus. Seseorang cukup mengadunasibnya dengan qidh (anak panah) di depan Hubal, sebelum iamelakukan sesuatu tindakan. Tanda yang diberikan oleh anakpanah, itulah perintah yang datang dari Hubal. Supayakejahatan-kejahatan dan dosa-dosanya itu diampuni olehberhala-berhala, cukup ia menyembelih binatang untukberhala-berhala itu. Ia dapat dibenarkan melakukan pembunuhan,perampokan, melakukan kejahatan, ia tidak dilarang menjalankanpelacuran selama ia mampu memberi suap kepada dewa-dewa ituberupa kurban-kurban dan penyembelihan-penyembelihan.
Sekarang datang Muhammad membawakan ayat-ayat yang begitumenakutkan, membuat jantung mereka rasakan pecah karenangerinya, sebab Tuhan selalu mengawasi mereka. Pada HariKemudian mereka akan dibangkitkan kembali sebagai kejadianbaru, dan bahwa yang akan menjadi penolong mereka hanyalahperbuatan mereka sendiri. "Apabila datang suara dahsyat yang memekakkan. Tatkalaseseorang lari meninggalkan saudaranya. Ibunya dan bapanya.Isterinya dan anak-anaknya. Setiap orang hari itu denganurusannya sendiri. Wajah-wajah pada hari itu ada yang berseri.Tertawa dan bergembira. Dan ada pula wajah-wajah kelabu padahari itu. Tertutup kegelapan. Mereka itulah orang-orang yangingkar, orang-orang yang sudah rusak." (Qur'an, 80: 33-42)
Dan suara dahsyat itu datang. "Apabila langit sudah bagaikan hancuran logam. Dangunung-gunung bagaikan gumpalan bulu. Dan tak akan ada kawanakrab menanyakan kawannya. Padahal mereka menampakkan dirikepada mereka. Ingin sekali orang jahat itu akan dapat menebusdiri dari siksaan hari itu dengan memberikan anak-anaknya.Isterinya, saudaranya. Dan keluarganya yang melindunginya. Dansemua yang ada di bumi; kemudian ia hendak menyelamatkan diri.Tidak sekali-kali. Itu adalah api menyala. Lapisan kepalapuntercabut. Dipanggilnya orang yang telah pergi membelakangi danyang berpaling. Yang telah menyimpan kekayaan danmenyembunyikannya." (Qur'an, 70: 8-18)
"Hari itulah kamu dihadapkan akan diadili. Perbuatanmu takkanada yang tersembunyi. Barangsiapa yang suratnya diberikankepadanya dengan tangan kanan, ia akan berkata ini dia!Bacakan suratku. Sudah percaya benar aku bahwa aku akannmenemui perhitungan. Lalu ia berada dalam kenikmatan hidup.Dalam taman yang tinggi. Buah-buahannyapun dekat sekali.Makanlah, dan minumlah sepuas hati, sesuai dengan amalmu yangkamu sediakan masa lampau. Tetapi, barangsiapa yang suratnyadiberikan dengan tangan kiri, ia akan berkata: Ah, coba akutidak diberi surat! Dan tidak lagi aku mengetahui, bagaimanaperhitunganku! Ah, sekiranya aku mati saja. Kekayaanku tidakdapat menolong aku. Hancurlah sudah kekuasaanku. Sekarangbawalah dia dan belenggukan. Sesudah itu, campakkan ia kedalamapi neraka. Lalu masukkan ia ke dalam mata rantai, panjangnyatujuhpuluh hasta. Tadinya ia tiada beriman kepada Tuhan yangMaha Agung. Dan tiada pula mendorong memberikan makanan kepadaorang miskin. Maka, sekarang disini tak ada lagi kawansetianya. Tiada makanan baginya selain daripada kotoran. Yanghanya dimakan oleh mereka yang penuh dosa."(Qur'an, 69: 18-37)
Sudahkah orang membacanya? Sudahkah mendengarnya? Tidakkahmerasa ngeri, merasa takut? Ini hanya sebahagian kecil dariyang pernah diperingatkan Muhammad kepada masyarakatnya. Kitamembacanya sekarang, dan sebelum itupun sudah pula membacanya,mendengarnya, berulang kali. Segala gambaran neraka yangterdapat dalam Qur'an hidup lagi dalam pikiran kita, ketikakita membacanya kembali. "... Setiap kulit-kulit mereka itu sudah matang, Kami gantidengan kulit lain lagi, supaya siksaan itu mereka rasakan."(Qur'an, 4: 56)
Dengan merasakan adanya kengerian itu, orang akan mudahmemperkirakan betapa sebenarnya perasaan Quraisy dan terutamaorang-orang kayanya, tatkala mendengarkan kata-kata semacamitu, sebab sebelum mereka mendapat peringatan tentang siksa,mereka sudah merasa dirinya jauh dan aman dari itu, dalamlindungan dewa-dewa dan berhala-berhala mereka.
Juga sesudah itu orang akan mudah pula memperkirakan betapameluapnya semangat mereka mendustakan Muhammad, mengadakantantangan dan penghinaan. Mereka memang tidak pernah mengenalarti Hari Kebangkitan, juga mereka tidak pernah mengakui apayang didengarnya itu. Tidak ada diantara mereka itu yangmembayangkan, bahwa setelah orang meninggalkan hidup ini, iaakan mendapat balasan atas segala perbuatan selama hidupnya.Tetapi apa yang mereka takutkan dalam hidup mereka pada harikemudian itu, ialah mereka takut akan penyakit, takut akanmengalami bencana pada harta benda, pada turunan, kedudukandan kekuasaannya. Hidup sekarang ini bagi mereka ialah seluruhtujuan hidupnya. Seluruh perhatian mereka hanya tertuju untukmemupuk segala macam kesenangan dan menolak segala macam yangmereka takuti. Bagi mereka hari kemudian ialah masalah gaibyang masih tertutup. Dalam hati mereka sudah merasa bahwaapabila perbuatan mereka itu jahat dunia gaib itu boleh jadiakan mendatangkan bencana kepada mereka. Lalu merekamenantikan adanya alamat baik atau alamat buruk. Segera merekamengadukan nasib itu dengan permainan anak panah, denganmengocok batu-batu kerikil dan menolak burung3 sertamenyembelih kurban. Semua itu merupakan penangkal terhadapsegala yang mereka takuti dalam hidup mereka di kemudian hari.
Sebaliknya, segala yang mengenai adanya balasan sesudah mati,mengenai hari kebangkitan tatkala sangkakala ditiup, mengenaisurga yang disediakan untuk mereka yang takwa, neraka untukmereka yang aniaya, mengenai semua itu memang tak pernahterlintas dalam pikiran mereka. Pada dasarnya mereka sudah pernah mendengar semua itu dalamagama Yahudi dan Nasrani. Tetapi mereka belum pernah mendengardengan gambaran yang begitu kuat dan menakutkan seperti yangmereka dengar melalui wahyu kepada Muhammad itu, dan yangmemberi peringatan kepada mereka - akan siksa abadi dalamperut neraka, yang sangat menggamakkan hati karena rasa takuthanya dengan mendengar gambarannya saja - kalau mereka masihjuga seperti keadaan itu, bersukaria dan berlumba-lumbamemperbanyak harta dengan melakukan penindasan terhadap silemah, makan harta anak piatu, membiarkan kemiskinan danmelakukan riba secara berlebih-lebihan. Apalagi kalau orangdapat melihat dengan hati nuraninya jalan yang ditempuhmanusia dengan langkah yang begitu sempit selama hidupnyamenuju mati, sesudah kebangkitan kembali kelak dengan segalasuka dan dukanya.
Sebaliknya surga yang dijanjikan Tuhan yang luasnya sepertilangit dan bumi, disitu takkan terdengar cakap kosong, jugatak ada perbuatan dosa. Yang ada hanyalah ucapan "selamat."Segala yang menyenangkan hati, menyedapkan mata itulah yangada. Tetapi Quraisy menyangsikan semua itu. Dan yang menambahlagi kesangsian mereka karena mereka menginginkan segala yangsegera. Mereka ingin melihat kenikmatan itu nyata dalamkehidupan dunia ini. Mereka tidak betah menunggu sampai haripembalasan, sebab mereka memang tidak percaya pada haripembalasan itu.
Boleh jadi orang akan merasa heran bagaimana jantungorang-orang Arab itu sampai begitu rapat tertutup tidak maumenerima persepsi hidup akhirat serta balasan yang ada.Padahal perjuangan antara yang baik dengan yang jahat itusudah berkecamuk dalam sejarah manusia sejak dunia iniberkembang, tak pernah berhenti dan tak pernah diam.Orang-orang Mesir purbakala, ribuan tahun sebelum kerasulanMuhammad melengkapi mayat mereka dengan segala perbekalanuntuk keperluan akhirat, dalam kafannya diletakkan pula "KitabOrang Mati" lengkap dengan nyanyian-nyanyian danperingatan-peringatan. Pada kuil-kuil mereka dilukiskan pulagambar-gambar timbangan, perhitungan, taubat dan siksaan.Orang-orang India menggambarkan jiwa bahagia itu dalamNirwana. Sedang penitisan ruh jahat dilukiskan dalam bentukmakhluk-makhluk yang sejak ribuan dan jutaan tahun tersiksasampai ia ditelan oleh kebenaran, supaya menjadi suci.Kemudian ia kembali lagi melakukan kebaikan, karena inginmencapai Nirwana.
Juga orang-orang Majusi di Persia. Mereka tidak menolak adanyaperjuangan yang baik dan yang jahat, Dewa Gelap dan DewaCahaya. Juga agama yang dibawa Musa, agama yang dibawaKristus, sama-sama melukiskan adanya kehidupan yang kekal,adanya kesukaan Tuhan dan kemurkaanNya. Sekarang orang-orangArab. Tidakkah semua itu pernah sampai kepada mereka? Merekaadalah pedagang-pedagang yang dalam perjalanan mereka pernahmengadakan hubungan dengan agama-agama itu semua. Bagaimanamereka tidak mengenalnya? Bagaimana tidak mungkin itu akanmenimbulkan suatu persepsi khusus pada mereka? Mereka adalahorang-orang pedalaman yang banyak sekali berhubungan denganalam lepas tak terbatas. Lebih mudah bagi mereka melukiskanruh-ruh yang terdapat dalam wujud ini, menjelma pada sianghari yang terang menyala atau pada senja menjelang malamgulita. Ruh-ruh yang baik dan yang jahat, ruh-ruh yang merekaanggap bersemayam dalam diri berhala-berhala yang akanmendekatkan mereka kepada Tuhan itu.
Jadi sudah tentu mereka juga mempunyai konsep tentang alamgaib yang ada di sekitar mereka. Akan tetapi, mereka sebagaimasyarakat pedagang, jiwa mereka lebih cenderung pada yangnyata saja. Juga karena kegemaran mereka hidupbersenang-senang, minum minuman keras, sama sekali merekamenolak adanya balasan hari kemudian. Apa yang diperoleh orangdalam hidupnya, menurut anggapan mereka, baik atau burukadalah balasan atas perbuatannya. Dan tak ada balasan lagisesudah hidup ini. Oleh karena itu wahyu yang berisiperingatan dan berita gembira pada mula kerasulan itukebanyakannya turun di Mekah; karena ia ingin menyelamatkanruh mereka, tempat Muhammad diutus itu. Sudah sepatutnya pulabila ia mengingatkan mereka atas dosa dan kesesatan yang telahmereka lakukan itu. Sudah sepatutnya pula bila ia inginmengangkat mereka dari lembah penyembahan berhala kepadapenyembahan Allah Yang Tunggal, Maka Kuasa.
Demi keselamatan rohani keluarga dan umat manusia seluruhnya,Muhammad serta orang-orang yang beriman sudi memikul segalamacam siksaan dan pengorbanan, memikul penderitaan rohani danjasmani, dan kemudian pergi meninggalkan tanah tumpah darah,menjauhi permusuhan sanak-keluarga, yang sepintas-lalu sudahkita lihat di atas. Dan seolah cinta Muhammad makin dalamkepada mereka, makin besar hasratnya ingin menyelamatkanmereka, setiap ia mengalami penderitaan dan siksaan yang lebihbesar lagi dari mereka itu. Hari Kebangkitan dan HariPerhitungan adalah ayat-ayat yang harus diperingatkan kepadamereka guna menolong mereka dari penyakit paganisma dangelimang dosa yang.menimpa mereka itu. Pada tahun-tahunpermulaan itu tiada henti-hentinya wahyu memperingatkan danmembukakan mata mereka. Sungguhpun begitu mereka tetap gigih tidak mau mengakui, tetapmenolak, sampai-sampai mereka terdorong mengobarkan perangmati-matian. Bahaya dan bencana peperangan itu baru padamsesudah Islam mendapat kemenangan, sesudah Allahmenempatkannya diatas segala agama.
Catatan kaki:
1 Juru penerang yang mempesonakan, Juru pesona bahasa atau pesona bahasa hampir merupakan terjemahan harfiah dari ungkapan Sahir'-bayan atau Sihr'l-bayan, yang sukar diterjemahkan, yakni suatu retorika, yang karena kefasihan dan keindahan bahasanya, orang yang mendengarnya terpesona seperti kena sihir lalu cepat sekali menerima (A).
2 Nama panggilan Abu Jahl (A).
3 Menolak burung artinya melempari burung dengan batu kerikil atau mengusirnya dengan suara. Kalau burung terbang ke arah kanan, maka itu alamat buruk.
0 komentar:
Posting Komentar