Yahudi Menggenggam Dunia (20)

Oleh : William G. Carr
Penterjemah : Musthalah Maufur MA

Manuver Kekayaan
Dengan kematian Lincoln, kendala politis dan keuangan telah tersingkir. Namun di sana timbul kendala yang lain lagi bagi para pemilik modal internasional, yaitu kendala sistem mata uang itu sendiri. Sistem keuangan dan perekonomian Amerika Serikat berdasarkan ukuran nilai logam perak. Lain dengan sistem keuangan Eropa yang memakai ukuran nilai emas, khususnya
sistem keuangan Inggris. Faktor penyebab buat Amerika ialah, karena negeri itu memiliki kekayaan sumber tambang perak yang melimpah-ruah. Sedang kekayaan sumber tambang emas relatif kecil. Kendala ini tidak mudah bagi para pemilik modal. Ini menyebabkan Amerika Serikat tetap terjaga kemandiriannya dalam sistem keuangan, tanpa banyak dipengaruhi oleh
pergolakan naik-turunnya sistem keuangan Eropa dan dunia internasional. 0leh karena itu, para pemilik modal internasional mendapatkan kesulitan untuk bisa menguasai keuangan Amerika, tanpa lebih dulu menyingkirkan rintangan seperti itu. Untuk menghadapi hal itu, para pemilik modal internasional langsung melakukan langkah yang akan bisa mengubahnya. Mereka mengutus salah seorang agen mereka bernama Ernest Syde dengan dibekali uang sebanyak 500 ribu dolar Amerika, untuk keperluan kegiatan penyuapan yang rencananya akan diberikan kepada sejumlah tokoh berpengaruh di Amerika, di samping untuk pembiayaan proyek yang telah direncanakan. Mulailah kegiatan mempengaruhi hati nurani dan perusakannya sekaligus, sehingga para pemilik modal berhasil mengajukan sebuah proposal undang-undang kepada Kongres. Orang yang mengajukan adalah senator John Shirman sendiri.



Undang-undang ini disahkan tahun 1873 dengan sebutan innocent, yaitu" Undang-undang Perbaikan Sistem Mata Uang Logam". Dari butir-butir undang-undang itu tampak pada mulanya tidak menarik perhatian, seolah hanya merupakan tujuan perbaikan terbatas. Namun ternyata di sela-sela undang-undang terkandung racun mematikan. Dari undang-undang itu, pihak pemilik modal dari sisi lain telah bekerja keras, sehingga mereka berhasil mengorbitkan Ernest Syde menjadi penasihat keuangan dalam komite keuangan Amerika Serikat. Sudah barang tentu Ernest Syde bekerja sesuai dengan kepentingan kelompok Rothschild. Ia mulai melakukan penarikan mata uang perak dari peredaran dengan memanfaatkan perlindungan hukum dan kapasitasnya sebagai inspektur konsultan dalam komite keuangan, yang
menyebabkan krisis ekonomi lebih parah lagi. Hal itu memaksa Kongres pada tahun 1879 untuk mencetak mata uang perak lebih banyak lagi sebagai usaha untuk menanggulangi krisis tersebut dalam waktu terbatas. Namun bank-bank yang ada segera mendapat instruksi baru dari konglomerat Rothschild di Eropa. Instruksi Rothschild itu ditujukan kepada asosiasi bank Amerika, menekankan keharusan untuk mengeluarkan nota pinjaman baru, berdasarkan
ukuran nilai harga emas, mencapai jumlah satu milyar dolar. Setiap pinjaman harus berdasarkan nota tersebut. Pada saat yang sama persatuan Bank Amerika menarik mata uang negara, yang berdasarkan nilai mata uang perak dari pasaran, di samping menarik semua nota bank yang juga berdasarkan nilai harga perak.

Para pakar ekonomi Rothschild telah memperkirakan, bahwa langkah tersebut di atas akan mengakibatkan dampak besar terhadap perekonomian Amerika. Tidak ada lagi mata uang yang berharga di pasaran umum, kecuali mata uang yang dikeluarkan oleh pihak bank yang berdasarkan nilai harga emas itu. Goncangan ekonomi diperkirakan benar-benar terjadi dengan disertai serangan propaganda besar-besaran secara sistematis, yang dipersiapkan oleh para
pemilik modal internasional lewat agen-agen mereka di Amerika di satu sisi, dan dari sisi lain lewat media massa. Mereka bisa membentuk publik opini bangsa Amerika, bahwa dalam krisis ekonomi tersebut pihak yang memikul tanggung jawab adalah pemerintah. Sementara itu, pihak pemilik modal Yahudi internasional tetap tersembunyi dari balik layar.

Setelah langkah tersebut berhasil, para pemilik modal Yahudi melangkah lebih jauh, setelah mereka berhasil menyingkirkan kendala besar yang menghalangi perjalanan mereka. Pada tahun 1899 para bankir internasional mengadakan pertemuan di London, dihadiri antara lain oleh JB Morgan, Anthony-Dicksile, yang keduanya mewakili Bank Amerika. Ketika keduanya kembali ke Amerika, kelompok Rothschild mengangkat Morgan sebagai agennya yang bergerak
untuk mengurusi kepentingannya di Amerika Serikat. Hasil dari pertemuan di atas, selain yang telah disebut, juga terbentuk sebuah Monopoli Internasional, terdiri dari lembaga keuangan sebagai berikut :
1) Perusahaan JB Morgan and Company di New York.
2) Perusahaan Dicksile and Company di negara bagian Philadelphia,
Amerika Serikat.
3) Perusahaan Hargiss and Company di Paris.
4) Lembaga MM Warburg di Jerman dan Belanda.

Monopoli itu bekerja di bawah kelompok Rothschild.
Setelah itu, mereka melangkah dengan merekrut urat nadi perekonomian Amerika. Pada tahun 1901 mereka berhasil secara gemilang. Perusahaan gabungan Morgan-Dicksile bisa membeli saham perusahaan Hains-Morris, yang memiliki sejumlah bank, perkapalan, beberapa industri besi baja dan lainlain. Semua itu jatuh berpindah ke tangan Morgan-Dicksile. Ini artinya, sendisendi perekonomian Amerika telah berada di tangan mereka. Dengan kata lain, mereka telah bisa ikut mencampuri urusan pemilihan umum. Maka dengan mudah calon presiden yang didukung oleh mereka ketika itu, yaitu Theodore Roosevelt menaiki kursi kepresidenan Amerika Serikat.

Tujuan monopoli bukan hanya mempromosikan Roosevelt ke jenjang kepresidenan Amerika Serikat. Ada tujuan lain, yaitu untuk membentengi pimpinan Monopoli dari mahkamah Amerika yang telah bergerak dan mulai mengadakan penyelidikan mengenai konglomerasi ilegal, sehubungan dengan kasus perusahaan Hains-Morris yang bangkrut, dan cara-cara yang kotor yang dipakai oleh Morgan-Dicksile untuk menjatuhkan saingannya di pasaran.

Dalam kedudukan sebagai presiden, Roosevelt kemudian memilih senator Nelson Aldrick yang kelak diketahui sebagai agen rahasia Monopoli tembakau dan karet, yang merupakan anak cabang perusahaan raksasa Morgan-Dicksile. Pada tahun 1902 seorang utusan dari perusahaan Warburg tiba di Amerika. Utusan itu adalah Boegsel Warburg, yang membawa hasil kajian mendalam mengenai situasi perekonomian Eropa dan Amerika. Tidak lama kemudian ia
bergabung pada lembaga keuangan raksasa Cohen-Lobe. Setelah beberapa saat, seorang pengusaha kondang bergabung pula dengan mereka, yaitu Yacob Steve. Ia adalah figur yang sangat dikenal di kalangan agen rahasia internasional. Ia adalah orang yang mengulurkan dana kepada gerakan teroris dan pengacau di Eropa Timur dan Rusia, sejak tahun 1883 hingga masa
revolusi Rusia tahun 1917. Dan seorang agen lagi dari Rothschild juga telah bergabung dengan mereka.

0 komentar: